Masihkeren.com - Pada hari Senin lepas 11 Februari 2012, umat katolik mayapada dikejutkan olehmundurnya Paus Benediktus XVI selaku pemimpin spiritual mereka. Melewati pidato yang dibacakan, paus menyebutkan bahwa: “Seusai berulang kali merenungkan keyakinan di depan Tuhan, saya hingga pada keputusan bahwa kekuatan saya, sebab usia yang lanjut, tidak cocok lagi untuk melaksanakan dengan cara memadai Pelayanan Santo Petrus.” melewati pidato itu jelas dengan cara gamblang beliau menyebutkan bakal meninggalkan pelayanan spiritual kepausan mulai lepas 28 Februari 2013 pada pukul 20.00 waktu setempat.

Saat itu mayapada dikejutkan oleh keputusan tiba-tiba Paus benediktus yang tidak sertakan argumen rinci dan tegas mengenai argumen pengunduran dirinya. Majemuk reaksipun bermunculan, Kepala Gereja Anglikan berbicara ia merasa kecewa atas pengunduran diri paus. Kepala Gereja Katolik Polandia, Uskup Wojciech Polak, berbicara pengunduran diri Benediktus merupakan kejutan besar bagi kita semua. Ad interim Horst Seehofer, Perdana Menteri Negara Bagian Bavaria, dimana Paus Benediktus lahir dengan nama Joseph Ratzinger pada 1927 di wilayah itu, berbicara keputusan itu layak “dihormati meskipun saya dengan cara pribadi sungguh rugi”.



Spekulasi terkait mundurnya Paus Benediktus XVI tetap semakin berkembang, Seusai guncangan informasi yang mengukuhkan Paus Benediktus XVI sebagai paus pertama yang mundur seusai 600 tahun yang lalu, saat ini mayapada kembali dibangun terkejut dan terguncang untuk kedua kalinya, sebab ada suatu  rumor yang berkembang seputar argumen sebetulnya paus mengundurkan diri dari tahta sucinya itu, rumor itu berbunyi paus berpindah agama dan masuk agama islam. Benarkah?

Entah darimana spekulasi ini muncul, namun faktor ini lumayan berembus kencang khususnya di mayapada citizen journalist dan sosial media. Ada suatu  rumor yang menyebutkan argumen paus mundur dan masuk islam merupakan seusai terjadinya kekacauan dari kalangan gereja Vatikan kepada Injil Lama yg di dalamnya tersedia Nama Nabi Muhammad SAW, yang hingga saat ini tetap berada di Vatikan. faktor itu diungkapkan Seorang peneliti Saudi dalam perbandingan agama, kristenisasi dan urusan Vatikan, Direktur Essam yang menurutyang beredar berkicau terkait faktor itu melewati twitter.



Beliau juga menegaskan dalam akun twitternya bahwa sebetulnya pengunduran diri Paus Benediktus IX bukan dikarenakan oleh sakit alias penurunan kondisi fisik. Sebab sebelumnya Paus Yohanes II usianya lebih tua dan mengalami sakit yang lebih parah, namun nyatanya ia tidak mengundurkan diri dari keuskupan gereja Vatikan. menurutnya, argumen sakit ini merupakan argumentasi untuk menghadapi media.

Selain dari “berita burung” direktur essam yang kamipun saat ini belum dapat memastikan validitasnya itu, ada suatu  argumentasi lain yang memperkuat isu itu, yakni gambar-gambar paus yang seakan-akan solat, sujud, dan mencium Alqur’an semacam gambar dibawah ini


Meski isu itu semakin berhembus kencang dengan disertai bukti-bukti dan argumentasi yang saling menguatkan, namun kita tetap harus menantikan konfirmasi resmi dari yang bersangkutan terlebih dahulu dan harus tetap saling menjaga kerukunan antar umat beragama. Jangan hingga, jikalau isu ini terbukti benar, bakal sehingga pembenaran satu pihak kepada pihak lain dengan cara tidak berimbang yang dapat akibatkan ketidakharmonisan antar umat beragama.
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini